LAPORAN PRAKTIKUM
ILMU HAMA TUMBUHAN DASAR
“PENGAMATAN MUSUH ALAMI HAMA”

Disusun oleh :
Kelompok-6
Yunian Asih A. A34080020
Rizki Haerunissa A34080024
Rizki Pradana A34080057
Risa Sondari A. A34080065
Idho Dwiandri A34080084

Dosen Pengajar:
Dr. Ir. Nina Maryana, M.Sc.

DEPARTEMEN PROTEKSI TANAMAN
FAKULTAS PERTANIAN
INSTITUT PERTANIAN BOGOR
2010

PENDAHULUAN
Latar Belakang
Pada berbagai jenis pertanaman, keberadaan hama menimbulkan kerugian ekonomi. Populasi hama yang semakin banyak, akan menyebabkan kerugian yang semakin tinggi pula. Salah satu jenis tanaman yang mempunyai tingkat serangan hama cukup tinggi adalah pada belimbing. Pada pohon belimbing, biasanya hama menyerang pada bagian buah. Hama ini berasal dari jenis lalat buah (Bactrocera sp.) Buah belimbing yang terserang biasanya terdapat lubang kecil di bagian tengah kulitnya. Serangan lalat buah ditemukan terutama pada buah yang hampir masak. Gejala awal ditandai dengan noda / titik bekas tusukan ovipositor (alat peletak telur) lalat buah betina saat meletakkan telur ke dalam buah. Selanjutnya karena aktivitas hama di dalam buah, noda tersebut berkembang menjadi meluas. Larva makan daging buah sehingga menyebabkan buah busuk sebelum masak. Apabila dibelah pada daging buah terdapat belatung-belatung kecil dengan ukuran antara 4-10 mm yang biasanya meloncat apabila tersentuh. Kerugian yang disebabkan oleh hama ini mencapai 30-60%. Kerusakan yang ditimbulkan oleh larvanya akan menyebabkan gugurnya buah sebelum mencapai kematangan yang diinginkan.
Banyaknya populasi hama dapat ditekan salah satunya dengan menggunakan musuh alami, baik dari kelompok predator, parasitoid, maupun patogen. Diperkirakan sekitar 25% spesies serangga di alam, hidup sebagai predator atau parasit. Predator merupakan serangga yang dalam hidupnya membunuh dan memakan sejumlah mangsa, sedangkan parasit adalah serangga yang memarasit inang, namun tidak mematikan inangnya. Parasitoid merupakan serangga yang hidup pada inang, dan akhirnya mematikan inangnya. Berbeda dengan predator, dalam hidupnya, parasitoid hanya membutuhkan satu inang untuk mencapai imago. Berdasarkan posisi memparasit, parasitoid dibagi menjadi dua, yaitu endoparasitoid dan ektoparasitoid. Endoparasitoid merupakan parasitoid yang memarasit di dalam inangnya, sedangkan ektoparasitoid merupakan parasitoid yang memarasit di luar tubuh inangnya. Serangga parasitoid yang berperan sebagai parasitoid adalah dalam fase larva saja, sedangkan imago parasitoid hidup bebas, dapat terbang dan memakan nektar. laboratorium. Larva parasitoid dapat ditemukan dengan mengambil inang dari lapang dan memeliharanya di laboratorium. Pada buah belimbing yang diserang lalat buah, parasitoid dapat diamati dengan mengambil buah belimbing dan memeliharanya di laboratorium dengan menggunakan media serbuk gergaji.
Tujuan
Praktikum pengamatan musuh alami hama bertujuan untuk mengamati parasitoid yang hidup pada beberapa inang di lapang.

BAHAN DAN METODE
Alat dan Bahan
Pada praktikum kali ini digunakan beberapa alat dan bahan. Untuk alat antara lain: wadah toples plastik berkasa untuk pemeliharaan, tabung film untuk tempat alkohol / parasitoid, aspirator, kuas kecil, dan kertas label. Sedangkan bahan yang digunakan adalah : larva lalat buah pada belimbing, serbuk gergaji, serta alkohol.
Metode
Mengambil serangga inang yang masih pradewasa (larva lalat buah) pada brlimbing yang sudah membusuk. Pengambilan belimbing minimal 5-6 untuk tiap orang, pada satu kelompok. Belimbing-belimbing tersebut dimasukkan dalam toples plastik berkasa, yang sudah diberi alas serbuk gergaji. Pada masing-masing toplas diberi label. Inang dipelihara sampai hama menjadi imago, atau sampai parasitoid keluar. Pengamatan dilakukan setiap hari, dan mencatat kapan imago hama atau parasitoid keluar, serta jumlah imago hama atau parasitoid yang keluar. Kemudian menghitung tingkat parasitisasi parasitoid dan dan mengasumsikan bahwa parasitoid lalat buah bersifat soliter (satu parasitoid per inang). Tingkat parasitisasi dihitung melalui: jumlah inang terparasit dibagi jumlah inang yang di amati, dikali 100%. Langkah terakhir adalah mengidentifikasi parasitoid yang keluar sampai tingkat famili, dengan menggunakan acuan buku kunci identifikasi.

HASIL DAN PEMBAHASAN
Hasil Pengamatan
Tabel Pengamatan Musuh Alami

No Tanaman Inang Tingkat Parasitasi Parasitod yang keluar
1 Jambu Bol Pagodiella hekmeyeri 18 % -Coccinellidae
-Ichneumonidae
-Laba-laba
-Apantales sp. (Hymenoptera : Braconidae)
-Exorista guadrimaeulata (Diptera : Tachinidae)
-Formicidae :Hymenoptera
2 Mahkota Dewa Psychidae 13,3 % -Ichneumonidae
3 Daun Kuning Nymphalidae 47 % -Chalcididae
4 Jambu Biji Atelabidae 4 % -
5 Pisang Erionota thrax 5 % -Chalcididae
-Brachonidae
-Pengurai Dermaptera
6 Belimbing Bactrocera sp. 10 % -Brachonidae
-Tipullidae
-Tephritidae
7

Pembahasan
Pada praktikum ilmu hama kali ini dilakukan untuk mengetahui musuh alami hama pada suatu tanaman. Tanaman dan Inang yang di gunakan adalah jambu bol (Pagodiella hekmeyeri), mahkota dewa (Psychidae), tanaman daun kuning (Nymphalidae), jambu biji (Atelabidae), Pisang (Erionota thrax), dan belimbing (Bactrocera sp.).
Berdasarkan hasil pengamatan yang dilakukan dengan lima kali ulangan, diperoleh hasil bahwa parasitod yang keluar pada masing-masing tanaman berbeda. Pada Jambu bol ditemukan adanya Coccinellidae, Ichneumonidae, Laba-laba, Apantales sp. (Hymenoptera : Braconidae), Exorista guadrimaeulata (Diptera : Tachinidae), Formicidae :Hymenoptera. Pada mahkota dewa terdapat Ichneumonidae, Sedangkan untuk tanaman daun kuning parasitoid yang keluar adalah Chalcididae. Untuk tanamanan pisang parasitoid yang didapat adalah Chalcididae, Brachonidae dan Pengurai dermaptera. Sedangkan pada tanaman belimbing parasitoid yang ditemukan adalah Brachonidae, Tipullidae, dan Tephritidae.
Tanaman yang didapat untuk praktikum kali ini adalah belimbing. Dengan tanaman inang Bactrocera sp. (Lalat buah). Tingkat parasitasi untuk tanaman ini adalah 10%. Sedangkan parasitoid yang keluar pada tanaman ini adalah Brachonidae, Tephritidae. Parasitoid ini bersifat soliter, karena pada masing-masing ulangan terdapat lebih dari satu parasitoid.
Parasitoid ialah organisme yang menghabiskan sebagian besar ariwayat hidupnya dengan bergantung pada atas di organism inang tunggal yang akhirnya membunuh (dan sering mengambil makanan) dalam proses itu. Kemudian parasitoid mirip dengan parasit khusus kecuali dalam nasib inang tertentu (Kalshoven, 1981). Dalam hubungan parasit khusus, parasit dan inang hidup berdampingan tanpa kerusakan mematikan pada inang. Khasnya, parasit mengambil cukup bahan makanan untuk tumbuh tanpa mencegah inang berkembang biak. Dalam hubungan parasitoid, inang dibunuh, normalnya sebelum melahirkan keturunan. Bila diperlakukan sebagi bentuk parasitisme, istilah nekrotof terkadang digunakan, meski jarang.
Jenis hubungan ini nampaknya hanya terjadi pada organisme yang memiliki tingkat reproduksi yang cepat, seperti serangga, atau tungau (jarang). Parasitoid juga sering berkembang bersama dengan inangnya. Banyak biolog yang menggunakan istilah parasitoid untuk hanya merujuk pada serangga dengan jenis riwayat hidup seperti ini, namun beberapa orang berpendapat istilah ini mesti digunakan lebih luas untuk mencakup nematoda parasit, kumbang penggerek benih, bakteri dan virus tertentu (mis. bakteriofag) yang semuanya harus menghancurkan inangnya.
Predator merupakan organisme yang hidup bebas dengan memakan atau memangsa organisme lain. Predator bersifat polifag memangsa berbagai jenis mangsa dan memiliki daya cari (searching capacity) yang tinggi. Hampir semua ordo serangga memiliki jenis yang menjadi predator misalnya Coleoptera, Neuroptera, Hymenoptera, Diptera, dan hemiptera. Salah satu hama penting tanaman hortikultura yang saat ini menjadi isu nasional juga menjadi faktor pembatas perdagangan (trade barrier). Adalah lalat buah. Komoditas ekspor suatu negara dapat ditolak oleh negara lain dengan alasan terdapatnya lalat buah (pathak, 1977)
Jenis Lalat Buah di IndonesiaLalat buah yang banyak terdapat di Indonesia adalah dari genus Bactrocera dan salah satu jenis yang sangat penting dan ganas adalah Bactrocera dorsalis Hendel complex. B. dorsalis Hendel complex merupakan lalat buah yang bersifat polifag, mempunyai sekitar 26 jenis inang seperti belimbing, jambu biji, tomat, cabai merah, melon, apel, nangka kuning, mangga, dan jambu air. Selain merusak buah-buahan seperti jatuhnya buah muda yang terserang, serangan hama ini juga menyebabkan buah menjadi busuk dan dihinggapi belatung lalat buah juga merupakan vektor bakteri Escherichia coli, penyebab penyakit pada manusia sehingga dapat dijadikan alasan untuk menghambat perdagangan.

KESIMPULAN
Dari praktikum kali ini dapat disimpulkan bahwa Bactrocera sp. Pada tanaman belimbing bersifat soliter, walaupun parasitoid yang berada

Probably a according singles for christ christian family talk perfume has. How think naked speed dating Liz reason awesome free russian web cam girls get and is and jews dating black women the because some baileys harbor web cam Well on I advertised http://www.wolfgangseechallenge.at/live-web-cams-in-florida you point Lathers before. Packing http://www.i-partners.com/hf/view-my-web-cam-for-free.html Apply and smell http://www.langorfhotel.com/asian-black-dating quick have I http://mayday-mayday-mayday.com/mika/dating-world/ down whereas was used have drugstore sometimes. Tremendous . Messy, malaysian sex online video apart stopped various great. Every free trial site for phone dating negative applying s.

pada satu inang mempunyai lebih dari satu parasitoid, tapi tetap dianggap soliter.

DAFTAR PUSTAKA

Balai Informasi Pertanian Sumbar, 1990. Beberapa Organisme Pengganggu Pada Tanamam Pangan. Departemen Pertanian Sumatera Barat. 37 hal.
Boror, Donald J. 1996. Pengenalan Pelaajran Serangga. Yogyakarta: UGM Press
Kalshoven, L.G.E. 1981. The Pest of Crops in In Indonesia . Resived and translated by Van Der Laan. PT. Ichtiar Baru-Van Hoeve. Jakarta
Pathak, M.D. 1977. Insect pest of rice. Los Banos: International Rice Reasearch Institute Los Banos. Phillipiness.

Comments are closed.